Sunday, April 15, 2012

think too much

Susah tidur, capek sendiri, sakit hati, gak konsentrasi, itu baru sedikit akibat dari kebanyakan mikir. Yes, kalo ada yang gak ngerti arti judul "Think too much", itu sama dengan "kebanyakan mikir".

Kenapa sih mikir melulu? Pertanyaan ini mengundang mikir lagi, ah!

Sekali-kali pengen meluncur tanpa berpikir. Menulis tanpa berpikir, lumayan seru, karena jari-jari berusaha ngalahin otak (yang takutnya keburu mikir) yang mempengaruhi apa yang jari mau ketik. Kalo gak ada porsi otak dalam apa yang dikerjakan jari, artinya siapa mastermind nya jari? Ternyata berpikir memang suatu proses yang gak mungkin berhenti kecuali tidur, mungkin.

Dari kemarin kepikiran, kayaknya ada yang salah sama kerjaan sehingga bayangan seremnya hari Senin udah mencukil-cukil nikmatnya Sabtu dan Minggu. Ternyata, why bother wait til Monday, hari Minggu ditelepon si bos perkara kerjaan (yang mustinya terdeteksi oleh mata amatir ini). Yasalam... Every mistake i made in this job sebenernya salah orang lain, well, but the skill to "operate" others count. That i know, i just don't know how. Fwuhhhh... keringetan. "Let's discuss this tomorrow", the terror continues.

Over the weekend, 3 people (1 i just met) told me that i need to loosen up. Guess what, i know better, my worry isn't for nothing. It came true.

Happy Monday, people. Monday's always early.



No comments:

Post a Comment